Yaslis Institute

We serve you better. We provide all you need in training, workshop, consultant and research human resource, health, hospital, insurance.

Model Sel Pengembangan SDM

Jumat, 25 Februari 2011

Salah satu tujuan Bangsa Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 adalah upaya untuk mewujudkan kecerdasan bangsa. Pembangunan SDM diarahkan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia serta kualitas sumber daya manusia dan memperluas serta meningkatkan pemerataan kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Masalahnya, bagaimana menggambarkan kebijakan pemerintah tersebut agar dapat difahami lebih mudah oleh setiap warga negara? Bagaimana peran-peran sektor untuk mengembangkan SDM itu sendiri.

Pengembangan SDM hanya dapat terjadi bila lingkungan atau organisasinya merupakanhappiness setting organization. Setiap SDM dapat mengembangkan bakat dan minatnya untuk mendalami bidang ilmu atau ketrampilan tertentu pada kondisi lingkungan yang kondusif dan menyenangkan. Lingkungan atau organisasi harus memberikan fasilitas, kesempatan, tantangan dan imbalan yg cukup untuk setiap SDM. Ketika SDM sudah memasuki dunia kerja maka imbalan tidak hanya bersifat non-finansial seperti: pujian, kesempatan dan lainnya, tetapi juga imbalan finansial agar dapat memenuhi membiayai kebutuhan dan aspirasi kehidupannya.

Untuk memudahkan pemahaman tentang pengembangan SDM, perlu dikembangkan suatu model yang disebut model sel pengembangan SDM. Suatu sel akan berkembang bila inti dan plasma sel sehat dan berada pada lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan sel untuk hidup dan berkembang. Artinya, SDM akan berkembang dengan normal pada lingkungan yang juga sesuai dengan kebutuhan spesifik. Bagaimana model sel pengembangan SDM ini bila diterapkan pada suatu komunitas tertentu? Sebagai contoh pada suatu wilayah provinsi di Indonesia. Pada model pengembangan ini, inti sel merupakan faktor internal SDM dan plasma sel merupakan faktor eksternal yang merupakan seluruh sektor dan kebijakan yang mempengaruhi perkembangan SDM.

Inti sel yang harus dikembangkan adalah manusianya dengan memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi pengembangan SDM seperti: tingkat pendidikan dan pelatihan, tingkat kesehatan dan tingkat pendapatan. Variabel ini merupakan faktor penting sebagai modal dasar agar SDM dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tantangan hidup yang dihadapi oleh setiap manusia. Faktor inti sel ini, dapat dianalisis dengan mempelajari data trend akan akan dikumpulkan data tiga atau lima tahun terakhir untuk dilakukan analisa “forecasting” yang akan memberikan gambaran “trend” masa mendatang. Dari “trend” ini akan memberikan petunjuk dalam menyusun pengembangan SDM yang ada di Provinsi tersebut. Sebagai pembanding (Benchmarking) akan digunakan angka rataan Nasional untuk capaian minimal yang akan dicapai pada tahun 2020, misalnya.

Plasma sel adalah faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan inti sel atau pengembangan SDM. Variabel tersebut adalah kebijakan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosio-budaya, dan ketenaga kerjaan. Variabel lingkungan plasma adalah faktor eksternal yakni industri, perdagangan dan pertanian, geografi dan iklim, demografi dan ketenagakerjaan. Variabel plasma ini merupakan faktor-faktor penting untuk memfasilitasi SDM dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tantangan hidup yang dihadapi oleh setiap manusia pada daerah tersebut. Variabe plasma sel ini dikumpulkan data tiga atau lima tahun terakhir untuk dilakukan analisa “forecasting” yang akan memberikan gambaran “trend” masa mendatang. Dari “ data trend” ini akan memberikan petunjuk dalam pengembangan SDM yang ada di Provinsi.

Model pengembangan Sel SDM terbingkai pada lingkungan pemerintahan kabupaten dan kota dan Provinsi. Pada tingkat kabupaten dan kota akan terdapat variasi indikator setiap indikator baik pada inti maupun plasma sel pengembangan SDM. Data akan memperlihatkan dan membandingkan komparasi pemerintahan kabupaten dan kota terhadap pembangunan SDM.


Variabel Lingkungan Internal

a. Tingkat Pendidikan Penduduk

Variabel ini akan mendeskripsikan tingkat pendidikan penduduk berdasarkan angka partisipasi, angka buta huruf dan lama rata-rata sekolah untuk setiap Kabupaten/Kota selama 3 tahun terakhir. Sehingga dapat diketahui tingkat partisipasi dan akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan formal yang tersedia.

b. Tingkat Pendidikan aparat Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Variabel ini akan mendeskripsikan aparat PNS yang ada di berbagai instansi pemerintah, menurut tingkat pendidikan, golongan, dan rasio struktural/fungsional selama 3 tahun terakhir

c. Beasiswa (Fellowship)

Variabel ini akan mendeskripsikan SDM yang mengikuti program beasiswa. Sehingga dapat diketahui berapa jumlah SDM Provinsi yang mendapatkan beasiswa, program studi dan jenjang pendidikan yang diikuti, serta sumber pembiayaan yang didapatkan (baik dari pemerintah atau pun swasta).

d. Tingkat Kesehatan

Variabel ini akan mendeskripsikan angka kematian anak dan ibu, tingkat kelahiran, angka harapan hidup, dan indeks pembangunan manusia.

e. Tingkat pendapatan

Variabel ini akan mendeskripsikan jenis mata pencaharian penduduk dan pendapatan per kapita


Variabel Lingkungan Eksternal

a. Geografi

Variabel geografi; pada variabel ini akan dilihat tata ruang, batas wilayah dan letak strategis untuk iklim akan dilihat dengan indicator suhu, curah hujan di Provinsi tersebut.

b. Ketenagakerjaan dan aparatur

Variabel ketenaga kerjaan yang diukur melalui indicator yaitu: kesempatan kerja yang berada diluar, % pengangguran, program penciptaaan lapangan kerja. Aparatur diukur dengan tingkat kuantitas dan kualitas SDM.

c. Industri, Perdagangan dan Pertanian

Variabel pertanian dan perikanan akan diukur dengan melihat teknologi, jenis dan hasil pertanian dan perikanan yang diilakukan oleh penduduk. Terakhir, variabel industri kan dilihat jenis industri yang sudah digarap saat ini seperti:tambang, manufaktur, hasil bumi, hasil hutan, hasil laut, dan jasa.

d. Kependudukan

Variabel kependudukan akan diukur melalui indicator kependudukan seperti: tingkat kelahiran, tingkat pertumbuhan penduduk, sebaran penduduk, % beban penduduk dan variabel lainnya.

e. Kebijakan Pemerintah

Variabel kebijakan pemerintah Provinsi yang berkaitan langsung dengan peningkatan SDM. Pada variabel ini akan dilihat hubungan Visi, Misi, dan Tujuan Pembangunan dengan mempelajari Kebijakan Umum Pembangunan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang, Rencana Kegiatan Pembangunan Daerah dan APBD 3 sd 5 tahun yang lalu.

f. Ekonomi

Variabel ekonomi akan diukur dengan PDRB per kapita, alokasi APBD untuk peningkatan pendidikan dan pelatihan 3 sd 5 tahun yang lalu.

g. Kesehatan

Variabel kesehatan akan diukur dengan jumlah puskesmas per kabupaten, jumlah rumah sakit per kabupaten, ratio tempat tidur/penduduk, ratio dokter/penduduk, ratio perawat/penduduk, ratio bidan/penduduk, alokasi APBD untuk kesehatan 3 sd 5 tahun yang lalu.

h. Pendidikan

Variabel pendidikan yang diukur dengan jumlah SD, SMP, SMA dan PT; ratio murid dan guru, kemudahan akses terhadap pelayanan pendidikan, alokasi biaya pendidikan per murid, alokasi pengembangan guru, alokasi perawatan fasilitas pendidikan, alokasi APBD untuk kesehatan 3 sd 5 tahun yang lalu.

i. Sosio-budaya

Variabel sosio-budaya akan menggali informasi tentang kepercayaan, nilai, mitos dan kebiasaan masyarakat yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam kaitannya pengembangan SDM Provinsi masa depan.

0 komentar:

Poskan Komentar