Yaslis Institute

We serve you better. We provide all you need in training, workshop, consultant and research human resource, health, hospital, insurance.

5 konsep Kewiraswastaan

Jumat, 04 September 2009

Awal bulan Mei, 2008 aku diundang oleh Dinas Koperasi Propinsi Kepulauan Riau untuk menjadi fasilitator pada traning dengan topik kewiraswastaan. Peserta pelatihan cukup bervariasi mulai dari pengurus koperasi, anggota PKK propinsi, Manager koperasi dan pegawai Dinas Koperasi dan Usaha kecil dan Menengah. Pelatihan berlangsung selama 2 hari di Tanjung Pinang Pulau Bintan.

Apakah kewirawastaan itu? Adalah kapasitas seseorang untuk menciptakan dan merebut peluang dan membuatnya jadi uang. Suatu definisi yang sederhana, bukan?

Pada pelatihan itu, aku menyampaikan 5 konsep kewiraswastaan yang aku kembangkan yaitu: 1) Cinakan dirimu; 2) Balitakan Dirimu; 3) Buang Khobilmu; 4) Temukan kekuatan mu; dan 5) Merdekan dirimu

Pertama, Cinakan dirimu adalah suatu konsep bagaimana calon wirausaha harus meng adopsi sikap dan perilaku baik dari saudara kita etnis cina seperti: tekun, gigih, ulet, pantang menyerah, hemat, dll yang mendukung suatu usaha. Kedua, balitakan dirimu adalah menempatkan kita pada posisi saat kita berumur dibawah lima tahun. Setiap anak balita yang sehat selalu kreatif dan inovatif karena tidak mengenal kata takut dan ragu. Cobalah perhatikan betapa anak balita begitu cerdas dan kreatif karena mereka bebas dari rasa takut dibilang bodoh, stupid idea, tidak diterima, ditertawakan dll. Konsep ini mendorong setiap wirausaha untuk kreatif dan menghilangkan soka kata tidak bisa, tidak mungkin, jangan ini dan jangan itu. Ciptakanlah ide, produk atau jasa baru yang unik menjadi demand masyarakat. Ketiga, hilangkan khobilmu, sebenarnya kita keturunan nabi Adam dari garis keturunan Khobil yang membunuh saudaranya bernama Habil karena cemburu dan dengki karena Habil dijodohkan dengan saudari wanita yang cantik sedangkan dia dijodohkan dengan saudari wanita yang tidak cantik. Apa artinya ini? Kita umat manusia adalah keturunan Khobil yang mempunyai penyakit hati yang telah tertanam di gen kita. Jadi, jangan heran banyak diantara kita saling iri dan dengki terhadap sesama teman bisnis. Kalau kita ingin maju menjadi pengusaha seharusnya kita harus senang, memuji dan mendukung keberhasilan teman. Rangkul, dekati, bergaul dan pelajari kesuksesan teman. Sering kita mendengar pomeo: Senang lihat orang susah, susah lihat orang senang. Seharusnya, rangkul, dekati, bergaul dan pelajari kesuksesan teman. Dengan demikian, kalau ingin jadi pengusaha yang sukses bergaulah dengan pengusaha2 sukses juga. Ke empat, temukan strength mu adalah bagaimana mengetahui dan memahami kekuatan kita secara baik. Kenali potensi anda dengan baik pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku terbaik anda. Apakah hobi anda? Bagaimana lingkungan pergaulan anda? Siapa teman dan kerabat anda? Berapa banyak kapital anda? semua ini akan menentukan kemana anda melangkah untuk memulai usaha anda. Terakhir, merdekan diri mu adalah setiap pengusaha harus memerdekan dirinya dari premis tidak mungkin, semua pasti mungkin bila anda benar2 mengusahakan dengan sangat keras dan cerdas. Sebagai contoh: bagaimana usaha Thomas A Edison menemukan lampu pijar yang mengalami kegagalan ratusan mungkin ribuan kali. Tidak terbayangkan kalau lampu pijar belum ditemukan mungkin dunia masih gelap gulita. Disamping itu, konsep ini juga mengandung pesan bila sudah berhasil; anda harus memerdekan diri dari penjara pekerjaan, kesuksesan, uang, hedonisme dan perilaku buruk yang mengiringi kesuksesan. Bagaimana pembaca sependapat dengan 5 konsep kewiraswastaan aku?


Oleh : Dr. Drg. Yaslis Ilyas, MPH, HIA, MHP

0 komentar:

Poskan Komentar