Yaslis Institute

We serve you better. We provide all you need in training, workshop, consultant and research human resource, health, hospital, insurance.

Apakah Penjamin Sukses Hidup Anda?

Jumat, 04 September 2009

Sering kita bertanya kenapa seseorang sukses sedangkan sebagian besar lainnya gagal dalam meniti dan mengembangkan kehidupan mereka. Dengan kata, lain ada segelintir pemenang, tapi begitu banyak yang menjadi pecundang. Walaupun, diantara kedua kelompok individu ini kadang tidak mempunyai tingkat kecerdasan yang berbeda, Malahan, banyak diantara para pecundang mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi.

Tentunya, ada sejumlah faktor baik internal maupun eksternal individu yang mempengaruhi seseorang sukses dalam kehidupannya. Yang menarik seorang sahabat berpendapat bahwa sukses itu adalah kaya finansial dan spritual. Menurutnya, ketika muda kita harus bekerja keras dan cerdas sehingga sukses secara finansial, tetapi itu saja tidak cukup seiring dengan bertambahnya umur kita juga harus memperkaya aspek spritual sehingga siap dan ikhlas memasuki kehidupan kedua setelah meninggalkan dunia yang fana ini. Situasi filosofi hidup yang menarik bukan?

Pertanyaanya adalah apakah fakor penentu penjamin sukses kehidupan itu? Apakah itu yaitu: kompeten, terus belajar, jujur, penuhi janji, pelihara malu mu, pelihara mata mu, dan pelihara tangan mu

Pertama, kompeten atau kecakapan; artinya kemampuan seseorang untuk menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan tuntutan tugas dan tanggung jawabnya. Kompetensi adalah hal yang mendasari seorang dapat berkerja lebih unggul dari yang lain seperti: keahlian, konsep diri, nilai-nilai dan motif. Kompetensi adalah merujuk kepada: individu itu menghasilkan apa bukanlah apa yang mungkin dapat dilakukannya.

Kedua, Untuk dapat tetap memelihara kompetensi sehingga pas dengan kebutuhan tugas dan tantangan kerja; seseorang harus terus belajar. Setiap pemenang adalah pecinta pengetahuan dan giat mempeljari teknologi baru untuk terus meningkatkan kompetensinya. Seseorang pemenang tidak pernah gatek terhadap teknologi baru; dia akan berkerja sangat keras sehingga orang yang paling dulu mengusai keahlian tersebut di lingkungan kerjanya. Malahan mereka berkreasi dan berinovasi untuk menghasilkan cara dan teknik kerja baru sehingga selalu berdiri didepan sebelum kendala kerja tiba,

Ketiga, seorang yang sukses haruslah jujur dalam berkerja, terutama pada situasi kerja maupun bisnis di negeri dimana kejujuran menjadi langka. Mengadopsi sikap tidak munafik, tidak berdusta, tidak jahil dan tidak zalim baik pada diri sendiri, maupun kepada orang lain bukanlah suatu usaha yang mudah. Dia harus mampu bersikap beda dari kebanyakan orang yang bersikap dan bertindak dengan menggunaan segala cara untuk memenuhi keinginannya Sering kita mendengar ucapan: Cari uang haram saja sudah susah apalagi uang halal. Memang, menjadi jujur dalam komunitas yang koruptif memerlukan mental yang kuat, tegar dan siap hidup sederhana untuk mempertahakan visi hidup yang diadopsi. Suatu ketika, penulis sempat bicara ringan dengan sahabat, seorang pedagang, di mesjid setelah mengerjakan sholat magrib. Kenapa dia tidak mau berhubungan bisnis dengan pemerintah? Dia menjawab bisnis dengan pemerintah banyak potongannya. Yang dia maksud adalah tidak sanggup harus membayar kickback yang dipercayainya menodai sikap jujur dalam mencari kehidupan. Dia takut uang yang dihasilkan nilainya menjadi subhat atau kemungkinan haram. Alhamdulillah, teman tersebut hidup berkecukupan, aman dan nyaman hidupnya. Dia menambahkan tidak pernah takut menerima telpon dari pihak manapun. Sekarang, banyak orang takut terima telpon karena kemungkinan berasal dari polisi, jaksa dan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi. Kita ketahui , saat ini sekitar 10% dari Bupati dan Wali kota di Indonesia telah ditangkap diantaranya: Bupati Kutai Kertanegara, Padang Pariaman, Sintang, Pidie, Tasikmalaya, Kepulauan Sula, Maluku Utara dan lainnya sudah menjadi terhukum karena tindak korupsi dan telah mendekam di penjara. Suatu jejak karier yang sangat mengenaskan dan penderitaan sampai akhir hayat baik bagi pelaku maupun keluarganya.

Ke empat, seorang yang sukes dapat dipercaya karena dia selalu berusaha penuhi janji. Konsep saling percaya selalu dipegang dan dkembangkan dalam berinteraksi dengan pihak lain. Sikap ini membuat setiap teman kerja maupun bisnis merasa aman untuk terus kerja sama saling menguntungkan. Dengan kata lain, selalu amanah bila diberi kepercayaan dan berusaha sekeras mungkin untuk memenuhi janji walaupun banyak kendala yang dilalui dan kenyamanan yang terpaksa ditinggalkan.

Ke lima, pelihara malu mu ini adalah godaan yang tidak mudah dihindari dari mereka yang telah meraih sukses kehidupan dunia. Betapa banyak, pejabat negeri baik eksekutIf maupun legislatif ini yang jatuh tersungkur dalam jurang kehinaan karena tidak dapat menjaga nafsu hedonisme kehidupan seksualnya. Suatu saat sebuah Media Elektronik; memberitakan komentar anggota DPR RI Permadi SH bahwa perilaku penyimpangan seks oleh anggota dewan adalah sesuatu yang biasa. Dia menyatakan: ”Tanyakan saja kepada cleaning service betapa banyak kondom di temukan di tempat sampah anggota Dewan yang terhormat”. Persoalannya, bagaimana perilaku seksual menyimpang diluar gedung DPR RI yang terhormat itu? Selanjutnya, bagaimana perilaku seks pejabat eksekutif pemerintah maupus swasta? Bagaimana moral sosial masyarakat dapat dibangun kalau negeri ini dipimpin oleh pejabat yang tidak dapat menjaga kemaluan mereka? Kita masih ingat betapa Gubernur New York mengundurkan diri karena ketahuan selingkuh dengan wanita pekerja seks. Karena dia malu dan rakyat tidak percaya lagi terhadap kepemimpinannya. Kalau pemimpin Jepang mungkin telah harakiri, tetapi pemimpin kita sibuk dengan defence mechanisme denga seribu satu alasan yang tidak masuk akal.

Ke enam, pelihara mata mu adalah suatu yang tidak mudah untuk dilakukan. Pandangan yang akan merusak pikiran dan hati yang dapat mendrong setipa orang untuk berbuat diluar kontrol superegonya. Dalam situasi dan kondisi saat ini betapa sulitnya memejamkan mata dari godaan yang sangat menantang dan mengundang setiap saat secara telanjang berdiri dideapan kita. Di mal, di jalan, di sekolah dan kampus begitu besar godaan untuk setiap orang terjerat karena sulitnya menjaga mata untuk menghindar dari godaaan yang menyenangkan dan mendebarkan hati ini. Ditambah lagi, media elektronik TV dan Internet terbuka luas untuk melihat gambar dan filem porno yang setiap saat dapat kita akses kalau mau. Memang hidup dalam dunia moderen ini akan jauh lebih sulit menjaga diri dari perbuatan zina seperti salah satu bait lagu yang dinyanyikan oleh pendangdut kondang Rhoma Irama : Kenapa yang enak-enak itu dilarang? Jawabnya akan menjatuhkan martabat mu lebih hina dari binatang sekalipun.

Terakhir, pelihara tangan mu dari yang bukan menjadi hakmu. Tidak mengambil yang bukan hak adalah perbuatan mulia yang juga sudah langka di negeri ini. Sering aku mendengar komentar sejumlah mahasiwa dengan bercanda mengatakan sence of belonging bangsa kita terlalu tinggi. Banyak asset rumah sakit mula-mula dipinjam kemudian tidak pernah dipulangkan akhirnya menjadi milik sendiri. Tindakan ini dilakukan oleh pimpinan dan tentunya menjadi teladan yang buruk untuk bawahannya yang kemudian melakukan hal yang sama, Saya kira perilaku ini terjadi di hampir seluruh instansi pemerintah, BUMN, BUMD bahkan mungkin terjadi juga instiusi swasta sekalipun.

Andaikata, kita dapat memelihara ketujuh sikap dan perilaku hidup ini akan lahir pemimpin hebat negeri ini dan akan jayalah negeri ku dan bangkitlah negeri ku setelah 100 tahun masih terpuruk dan belum juga ada titik terang didepan kita. Apakah kita bisa berpikir dan bertindak positif merajut masa depan bangsa ini?


Oleh : Dr. Drg. Yaslis Ilyas,MPH, HIA, MHP, AAK

0 komentar:

Poskan Komentar